Archive for March, 2007

Banjir dan Aqua

20 (dua puluh) tahun yang lalu atau sekitar antara tahun 1980 s/d 1990, Kampung halaman saya nama samarannya Rancaekek, selalu terserang banjir tahunan, disebut tahunan karena datangnya rutin setiap taun antara bulan september s/d Februari, seperti biasa tiap musim banjir datang masyarakat siap-siap membuat tanggul di pintu rumahnya masing masing kira-kira tingnginya antara 30 cm s/d 1 m, itu bagi mereka yang belaleunghar(kaya) anu rumahna geus gedong, da ari keluarga saya tidak pernah ikut-ikutan buat tanggul da rumahna oge masih rumah panggung, jadi kalau banjir paling yang kebanjiran hanya kolongnya saja. dan seperti biasa juga tiap banjir penyakitpun berdatangan mulai dari muntaber, sampai DB. Menurut pangamatan para ahli kala itu banjir terjadi akibat pendangkalan sungai cibodas, citarik dan cimande, kenapa bisa dangkal nya……, padahal waktu itu masyarakat suka mengambil pasir dari kali…, setiap diambil pasti sungai akan menjadi lebih dalam…….., sungguh teu kaharti pikir saya waktu itu. tapi para ahli tersebut menerangkan lagi bahwa sunga jadi dangkal karena tanah dari gunung yaitu gunung geulis dan gunung sekitarnya terbawa arus air ke sungai tersebut, dan tanah tersebut terbawa karena gunungnya sudah pada gundul.

Ada satu kebiasaan yang saya nanti nantikan setiap banjir adalah datangnya kiriman dari pemerintah desa yaitu kiriman Indomie dan Aqua kira kira satu keluarga masing masing dapat 5 buah, maklum bapa saya pada waktu itu ceritanya kerjanya hanya sebagai buruh tani jadi untuk beli indomie apalagi aqua sangatlah tidak mungkin.(ceuk paribasana dari pada meuli indomi atawa aqua meuning meuli beas jang nyangu) kasebutna oge ari geus makan nasimah pan udah makan tapi kalau makan indomie tetap saja belum makan.

Akhir akhir ini, akibat peristiwa tersebut saya jadi berpikir bahwa kenapa rancaekek yang dari tahun ketahun selalu dilanda banjir paling paling pemerintah cuma ngirim indomie dan Aqua…..?, setahu saya itu pasti seperti itu berulang tahun demi tahun. yang jadi unek-unek saya adalah apakah dengan indomie dan Aqua banjir tidak akan terjadi lagi.., berapa banyak aqua dan indomie supaya banjir tidak terjadi lagi……………?. Dari pada aqua dan indomie dibagikan tiap tahun ke masyarakat rancaekek tetapi banjir terus ada mendingan eta aqua dan indomie dipelakeun di gunung geulis supaya jadi hutan aqua dan indomie. biar bisa nahan lumpur yang terbawa air ke sungai. Saya tahu, bapak saya juga tau, kita tau, pak Kades dan pak camat juga tau bahkan pak bupati juga tahu bahwa banjir tidak akan hilang dari muka bumi rancekek hanya dengan indomie dan Aqua. Perlu aksi yang konkret untuk mengilangkan banjir dari bumi rancaekek seperti reboisasi gunung yang gundul(reboisasi udah tapi mun teu diurus nya moal bener hasilna oge), pengerukan sungai yang dangkal, resapan air, pengelolaan tanah sesuai dengan fungsinya jangan tanah pesawahan yang subur dijadikan pabrik untung ya untung kalau keuntungan untuk warga Rancekek mah rada kaobatan meureun da ieumah pabrik pabalatak ari nungangur urang rancaekek beribu-ribu kumaha ieuteh pa……, sungguh tragis urang rancaekek geus banjir wae, rek nyawah sawahna geus euweuh, rek gawe geus eweuh lowongan atawa kudu nyogok 2 juta bari jeung gawe kontrak 3 bulan geus dieurenkeun. Tragis beneur urang rancaekek nasibna…….kusaya didoakeun lah supaya rancaekek tong banjir wae………..


Akhirnya punya Blog Juga..

Sebernernya males juga punya blog, repot tuk nulisnya….masalahnya ngga punya waktu, terlalu banyak urus sana urus sini, nyiapin materi kuliah, coba banyangain kuliah saja sampai 8 sks kelas reguler + karyawan 7 sks, kapan bisa pengabdian pada masyarakat, penelitian dan sebagainya. blom rutinitas lain urus sana urus sini. (sssss maklom kejar set0r4n) Tapi walau bagaimanapun teknologi sudah ada, sayang juga kalau tak dimanfaatin ya….oke dech 90…. 8l09..!


Copyright © 1996-2010 Herwanto Blog. All rights reserved.
iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress